top of page

Jangan Lewatkan Pengumuman Lokal

Mengantarkan Harapan, Satu Hidangan Setiap Kali.

Di Concord, North Carolina (AS), bantuan pangan tersedia di banyak tempat, tetapi tidak semua orang punya transportasi untuk menjangkaunya. DoorDash bermitra dengan Solo Faith Church untuk mengantarkan bahan makanan dan perlengkapan kebersihan kepada sesama yang membutuhkan. Donasi Anda menanggung biaya pengantaran. Terima kasih atas kemurahan hati Anda.

Donasi
US$10
US$50
US$100

Menghindari Orang Negatif: Hukum 10 dari 48 Hukum Kekuasaan

25 Okt
7 menit membaca

Hukum 10 | Menghindari Orang Negatif

Bunyi Hukum 10 dari 48 Hukum Kekuasaan (menghindari orang negatif) adalah, “Penularan: Hindari orang yang tidak bahagia dan tidak beruntung.” Hukum ini menasihati kita agar tidak bergaul dengan orang yang terus-menerus bersikap negatif atau membawa nasib buruk, sebab energi dan keadaan mereka bisa ikut menarik kita ke bawah.

Dalam Alkitab, Raja Yosafat adalah contoh yang menarik terkait prinsip ini. Yosafat adalah raja Yehuda yang benar dan pada umumnya mengikuti jalan Allah. Namun, ia membuat pilihan yang buruk dengan menjalin hubungan dengan Raja Ahab dari Israel, seorang raja yang tidak benar, dengan kehidupan dan reputasi yang penuh masalah.

Menghindari Orang Negatif: Yosafat dan Ahab, Persekutuan yang Mahal Harganya

Yosafat membentuk persekutuan dengan Ahab dengan mengatur pernikahan antara anak-anak mereka, sebuah langkah politik untuk memperkuat hubungan antara Yehuda dan Israel. Kemudian, ia bahkan setuju untuk maju berperang bersama Ahab. Namun, reputasi Ahab dan ketidaksenangan Allah atas pemerintahannya pada akhirnya membawa pengaruh buruk bagi Yosafat.

1. Persekutuan Yosafat dengan Ahab

  • Ayat: 2 Tawarikh 18:1-3 (TB) – “……Setelah beberapa tahun ia pergi mengunjungi Ahab di Samaria. Ahab menyembelih banyak kambing domba dan lembu sapi untuk dia dan untuk rakyat yang menyertainya, lalu membujuk dia untuk maju bersama-sama ke Ramot-Gilead.”

  • Ulasan: Meskipun saleh, Yosafat berkompromi dengan bersekutu bersama Ahab, seorang raja yang dikenal karena penyembahan berhala dan sikapnya yang mengabaikan perintah Allah. Keputusan ini menempatkannya dalam posisi sulit, terbujuk bergabung dalam pertempuran yang berisiko, dan menyatukan dirinya dengan nasib Ahab yang penuh masalah.

2. Pertempuran yang Mahal dan Peringatan dari Allah

Ketika Yosafat bergabung dengan Ahab dalam pertempuran, keadaan berjalan buruk dan ia nyaris tewas. Setelah itu, Allah mengutus seorang nabi untuk memperingatkannya tentang bahaya persekutuan ini.

  • Ayat: 2 Tawarikh 19:2 (TB) – “Maka keluarlah Yehu bin Hanani, pelihat itu, menemui raja Yosafat, katanya kepadanya: Layakkah engkau menolong orang fasik dan mengasihi orang yang membenci TUHAN? Oleh karena itu murka TUHAN menimpa engkau.”

  • Ulasan: Yosafat diperingatkan tentang akibat bersekutu dengan Ahab. Meskipun ia bertobat dan kembali mencari tuntunan Allah, persekutuan itu membawa kerumitan dan penghakiman yang sebenarnya bisa dihindari.

3. Pelajaran dari Teladan Yosafat

Kisah Yosafat menunjukkan dampak bergaul akrab dengan orang-orang yang hidup menentang kehendak Allah. Persekutuannya dengan Ahab membawa masalah yang tidak perlu dan membuatnya berselisih dengan berkat Allah, mengingatkan kita betapa pentingnya memilih pergaulan dengan bijak.

Kisah Yosafat sejalan dengan prinsip Hukum 10 dengan menggambarkan bahaya menjalin hubungan dekat dengan orang yang bisa menyeret kita ke dalam masalah atau kompromi. Pada akhirnya, Allah menghendaki kita dikelilingi oleh orang-orang yang mencari Dia, bukan mereka yang menolak tuntunan-Nya.

Memilih Teman Bergaul – Pelajaran dari Persekutuan Yosafat dengan Ahab

Ayat tema: 2 Tawarikh 18:1-3, 2 Tawarikh 19:2

Perumpamaan Pembuka: Jala Sang Nelayan

Bayangkan seorang nelayan menebarkan jalanya ke laut, berharap menangkap ikan untuk memberi makan keluarganya. Jalanya kuat, tetapi kusut oleh sampah dan serpihan dari tangkapan-tangkapan sebelumnya. Setiap kali ia menebarkannya, yang terangkat bukan hanya ikan, melainkan juga batu, pecahan kerang, dan rumput laut. Lama-kelamaan, jala itu begitu terbebani oleh benda-benda tak berharga ini sehingga sulit menahan ikan-ikan baik yang ia tangkap.

Suatu hari, seorang tetua desa menasihatinya, “Jika engkau terus menebarkan jala yang penuh beban, engkau akan kehilangan ikan yang kaubutuhkan untuk hidup. Singkirkan beban yang tidak perlu, atau engkau akan kehilangan lebih banyak daripada yang kaudapat.”

Sang nelayan mengerti dan mulai membersihkan jalanya dari beban yang tidak perlu. Setiap kali menebar, hasil tangkapannya membaik, dan ia dapat memberi makan keluarganya serta hidup berkecukupan.

Dalam hidup, “jala” kita adalah hubungan-hubungan yang kita pilih untuk dibangun. Sama seperti jala sang nelayan terbebani oleh hal-hal yang tidak perlu, hidup kita bisa terjerat ketika kita bergaul akrab dengan orang-orang yang menjauhkan kita dari tujuan hidup atau membawa kita ke situasi yang merugikan. Perumpamaan ini mengantar kita pada kisah Alkitab tentang Yosafat dan Ahab, ketika Yosafat, seorang raja yang benar, terbebani oleh persekutuannya dengan Ahab, seorang raja yang tidak takut akan Allah. Kisahnya mengajarkan kita pentingnya memilih pergaulan dengan hati-hati.

48 Hukum Kekuasaan
Berlangganan saluran YouTube kami

Poin-Poin Utama

1. Persekutuan Yosafat dengan Ahab: Pertemanan yang Berisiko

Yosafat, raja Yehuda, adalah pemimpin saleh yang pada umumnya mengikuti perintah Allah dan membawa kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, ia membuat kesalahan besar dengan membentuk persekutuan dengan Ahab, raja Israel. Ahab dikenal karena penyembahan berhala, dorongannya pada penyembahan Baal, dan pembangkangannya terhadap Allah. Meskipun mereka sangat berbeda, Yosafat bersatu dengan Ahab dengan mengatur pernikahan antara anak-anak mereka, dan kemudian dengan ikut bersama Ahab dalam pertempuran.

  • Ayat: 2 Tawarikh 18:1-3 (TB) – “……Setelah beberapa tahun ia pergi mengunjungi Ahab di Samaria. Ahab menyembelih banyak kambing domba dan lembu sapi untuk dia dan untuk rakyat yang menyertainya, lalu membujuk dia untuk maju bersama-sama ke Ramot-Gilead.”

  • Ulasan: Keputusan Yosafat untuk bersekutu dengan Ahab, seorang yang nilai-nilai hidupnya rusak, menempatkannya di jalan kompromi dan konflik. Meskipun kaya dan dihormati, persekutuan Yosafat dengan Ahab mencerminkan kompromi rohani yang mengundang pengaruh negatif ke dalam hidupnya. Karakter Ahab sudah dikenal luas, namun Yosafat tetap bergabung dengannya. Pilihannya mengingatkan kita bahwa bersekutu dengan mereka yang menolak prinsip-prinsip Allah dapat membawa kita ke jalan yang biasanya tidak akan kita pilih. Bagi Yosafat, ikut dalam perjamuan Ahab hanyalah langkah kecil, tetapi itu membuka jalan baginya untuk kelak bergabung dengan Ahab dalam pertempuran yang nyaris merenggut nyawanya.

  • Rujukan silang dan konteks: Amsal 13:20 (TB) – “Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi rusak.” Pertemanan Yosafat dengan Ahab mencerminkan peringatan dari kitab Amsal ini. Meskipun Yosafat bijak, hubungannya dengan Ahab membawanya ke dalam situasi bodoh yang membahayakan nyawa dan kerajaannya. Amsal mengingatkan bahwa teman seperjalanan dapat sangat memengaruhi arah dan kesejahteraan kita. Sama seperti sang nelayan harus menyingkirkan beban dari jalanya, kita pun harus memilih pergaulan dengan bijak jika ingin menghindari kerugian yang tidak perlu.

Melalui kisah Yosafat, kita belajar bahwa kita harus mempertimbangkan dengan saksama siapa yang kita izinkan masuk ke lingkaran terdekat kita, sebab pengaruh mereka dapat membentuk perjalanan hidup kita dan membawa kita mendekat atau menjauh dari rencana Allah.

2. Akibat Bersekutu dengan Orang yang Tidak Takut akan Allah

Ketika Yosafat setuju maju berperang bersama Ahab, ia menempatkan dirinya dalam situasi berbahaya. Meskipun seorang nabi telah memperingatkan bahwa pertempuran itu akan berakhir dengan bencana, ia tetap maju, lebih memercayai nasihat Ahab daripada peringatan Allah. Pada akhirnya, Ahab terbunuh, dan Yosafat nyaris tidak lolos dengan nyawanya. Setelah itu, Allah mengutus seorang nabi untuk menegurnya karena bergabung dengan seseorang yang menentang Allah.

  • Ayat: 2 Tawarikh 19:2 (TB) – “Maka keluarlah Yehu bin Hanani, pelihat itu, menemui raja Yosafat, katanya kepadanya: Layakkah engkau menolong orang fasik dan mengasihi orang yang membenci TUHAN? Oleh karena itu murka TUHAN menimpa engkau.”

  • Ulasan: Persekutuan Yosafat nyaris membuatnya kehilangan segalanya, dan teguran Allah mengingatkan kita akan bahaya bersekutu dengan mereka yang menolak jalan-Nya. Pertanyaan sang nabi, “Layakkah engkau menolong orang fasik?”, menunjukkan bahwa Allah ingin umat-Nya mencari hubungan yang menghormati Dia. Kisah Yosafat menunjukkan bahwa Allah sangat peduli pada pergaulan kita karena itu membentuk keputusan kita dan memengaruhi iman kita. Kemitraannya dengan Ahab adalah contoh nyata bagaimana niat baik pun bisa tergelincir oleh persekutuan yang buruk. Allah sedang memanggil Yosafat kembali ke jalan integritas dan ketaatan.

  • Rujukan silang dan konteks: Mazmur 1:1 (TB) – “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk di kalangan pencemooh.” Mazmur 1 memuji orang yang menjauhi nasihat orang fasik. Yosafat akan beroleh manfaat jika menaati hikmat ini. Orang-orang yang bergaul dengan kita dapat memengaruhi arah hidup kita dan perjalanan kita bersama Allah. Sama seperti sang nelayan perlu membersihkan jalanya, Yosafat perlu membebaskan dirinya dari beban persekutuan yang tidak takut akan Allah agar dapat menggenapi tujuan hidupnya sepenuhnya.

Persekutuan Yosafat membawa akibat yang tidak diinginkan, mengingatkan kita bahwa bergaul dengan mereka yang mengabaikan Allah dapat berdampak bukan hanya pada hidup kita sendiri, tetapi juga pada hidup orang-orang yang kita pimpin dan pengaruhi.

3. Mencari Hikmat Allah dalam Hubungan Kita

Kisah Yosafat pada akhirnya mengajak kita merenungkan nilai mencari hikmat Allah dalam memilih teman dan mitra. Teguran Allah membuat Yosafat berbalik kepada-Nya, belajar dari kesalahannya, dan kembali ke jalan ketaatan. Meskipun Yosafat tersandung, ia bertobat dan mencari tuntunan Allah, memakai pengalamannya untuk memperkuat ketergantungannya kepada Allah.

  • Ayat: Yakobus 1:5 (TB) – “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya.”

  • Ulasan: Bagian dari surat Yakobus ini mendorong kita untuk mencari hikmat Allah, terutama dalam keputusan yang memengaruhi hubungan dan kemitraan kita. Kisah Yosafat mengingatkan kita untuk membawa hubungan-hubungan kita di hadapan Allah, memohon hikmat-Nya dalam memilih teman yang akan menyemangati dan menguatkan iman kita. Hikmat Allah dapat melindungi kita dari sakitnya persekutuan yang buruk dan menuntun kita kepada hubungan yang menghormati Dia. Dengan berpaling kepada Allah di saat ragu, kita dapat menghindari bahaya yang dihadapi Yosafat dan hidup dengan cara yang mencerminkan kasih dan tuntunan-Nya.

  • Rujukan silang dan konteks: Amsal 3:5-6 (TB) – “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Yosafat bersandar pada pengertiannya sendiri ketika bersekutu dengan Ahab, alih-alih mengakui kehendak Allah. Amsal mengingatkan bahwa ketika kita bergantung pada tuntunan Allah, Ia akan menuntun kita membuat pilihan yang selaras dengan tujuan-Nya bagi hidup kita. Sama seperti sang nelayan dalam perumpamaan perlu memercayai hikmat sang tetua, kita pun harus memercayai tuntunan Allah untuk membuat pilihan yang bijak dalam hubungan kita.

Pertobatan Yosafat dan kembalinya ia kepada Allah menjadi teladan bagi kita untuk mencari hikmat Allah dan menghindari hubungan yang dapat menyesatkan kita.

Kesimpulan: Yesus sebagai Teladan Utama Hubungan yang Bijak

Kisah Yosafat mengajarkan pentingnya memilih teman dengan bijak, sedangkan Yesus Kristus memberikan teladan utama tentang hubungan yang berakar pada kasih dan kesalehan. Yesus memilih murid-murid-Nya dengan saksama, menghabiskan waktu bersama mereka yang bersedia bertumbuh dan belajar dari-Nya. Ia mengasihi orang berdosa, tetapi tidak bersekutu dengan mereka yang menolak tujuan Allah. Sebaliknya, Ia mencari mereka yang terbuka pada perubahan dan pembaruan.

  • Ayat: Yohanes 15:15 (TB) – “Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.”

  • Ulasan: Hubungan-hubungan Yesus penuh kesengajaan. Ia menanamkan diri-Nya pada orang-orang yang akan meneruskan pesan-Nya, menunjukkan kepada kita bahwa persahabatan yang saleh adalah memelihara hubungan yang membawa kita lebih dekat kepada Allah. Yesus mengajar murid-murid-Nya, membagikan hidup-Nya kepada mereka, dan mencurahkan diri secara rohani kepada mereka, menciptakan ikatan abadi yang memuliakan Allah. Pilihan sahabat-sahabat-Nya mencerminkan misi-Nya, dan Ia memanggil kita untuk melakukan hal yang sama.

Sama seperti sang nelayan belajar membersihkan jalanya dari beban, Yesus mendorong kita untuk mengisi hidup dengan hubungan yang menginspirasi, menguatkan, dan menjaga kita tetap dekat kepada Allah. Kiranya kita memilih dengan bijak dan, seperti Kristus, membangun hubungan yang membawa kemuliaan bagi Allah.

Pesan ini melanjutkan catatan Hukum 9 dalam seri ini dan sejalan dengan pengajaran tentang memercayai nasihat yang saleh. Jika ada hubungan yang membebani hatimu, kamu dapat mengirim permohonan doa kepada Solo Faith Church, atau bergabung dengan kami dalam ibadah Sabat Sabtu dan hari Minggu.

Solo Faith Church menyimpan catatan khotbah ini secara daring agar para tetangga di Concord dapat menelaah kembali sebuah pesan dan merenungkannya sepanjang minggu. Catatan ini terkait dengan tujuan kami untuk membantu orang memilih hubungan yang bijak dan saleh dalam kehidupan sehari-hari.

Saksikan Pesan Lengkapnya

Setiap ibadah disiarkan langsung dan disimpan agar dapat ditonton kapan saja. Tonton ibadah lengkapnya.



Catatan Dukungan Komunitas: Tulisan ini merupakan bagian dari pelayanan pengajaran dan inisiatif jurnalisme komunitas Solo Faith Church. Isinya didasarkan pada sebuah khotbah di Solo Faith Church dan ayat-ayat Alkitab yang dikutip di atas.

Komentar


Blog Solo Faith – Inspirasi Iman dari Concord NC

Selamat datang di Blog Solo Faith resmi, pusat pemuridan digital Solo Faith Church di Concord, Carolina Utara. Jika Anda mencari blog Kristen di Concord NC yang berisi renungan yang penuh kuasa, kesaksian nyata, sarana pendalaman Alkitab, dan wawasan rohani—Anda berada di tempat yang tepat.

Ini bukan sekadar blog biasa. Ini adalah perpustakaan pembangun iman yang ditulis untuk menantang cara berpikir Anda, mengobarkan tujuan hidup Anda, dan menolong Anda berjalan dalam kuasa Allah setiap hari.

​

​

✍️ Apa yang Akan Anda Temukan di Blog

SoloFaith.org/Blog diperbarui secara berkala dengan beragam konten yang ditulis oleh Pendeta Doug Lattimore dan para penulis tamu. Baik Anda orang percaya baru maupun sudah lama mendalami Firman, setiap tulisan dirancang untuk memperlengkapi, membangun, dan menguatkan Anda.

Inilah yang akan Anda temukan:

  • Renungan Mingguan berdasarkan firman Tuhan dan kehidupan sehari-hari

  • Seri Pendalaman Alkitab yang menggali kebenaran dan penerapannya secara mendalam

  • Wawasan Peperangan Rohani untuk mengatasi pencobaan dan serangan

  • Pelajaran Kepemimpinan Kerajaan untuk pertumbuhan pribadi dan pelayanan

  • Kabar gereja, ringkasan khotbah, dan refleksi di balik layar

Setiap artikel lebih dari sekadar inspirasi—ini adalah sarana rohani untuk mempertajam pemahaman Anda dan menguatkan perjalanan Anda bersama Kristus.

​

​

🔥 Ditulis dari Sudut Pandang Profetik

Berbeda dengan konten Kristen pada umumnya, Blog Solo Faith tidak mengencerkan Injil. Konten kami ditulis dengan keberanian, kesungguhan, dan kejelasan, berakar pada Firman Allah dan relevan dengan apa yang sedang dihadapi orang percaya saat ini.

Baik Anda sedang mempelajari nubuat akhir zaman, memperdalam pemahaman tentang Roh Kudus, maupun sedang bergumul dengan rasa putus asa, ada tulisan di sini yang berbicara langsung kepada roh Anda.

​

​

🎥 Lebih dari Sekadar Kata-Kata – Terpadu dengan Media

Banyak tulisan blog terhubung langsung dengan pesan-pesan dari kanal YouTube kami, bagian dari pelayanan Pendalaman Alkitab Metaverse kami. Perpaduan yang mulus ini memungkinkan Anda menonton, membaca, dan merenungkan—membangun pengalaman pemuridan multimedia yang dapat diakses di mana saja.

​

​

🌍 Bagian dari Misi yang Lebih Besar

Blog ini hanyalah salah satu bagian dari seluruh pelayanan yang tersedia di Solo Faith Church. Jelajahi pelayanan terkait berikut ini:

Setiap tulisan blog terhubung dengan misi kami: menjangkau, mengajar, dan melayani dalam kasih.

​

 

📥 Tetap Terhubung

Jangan lewatkan satu tulisan pun! Tandai SoloFaith.org/Blog dan kunjungi kembali setiap minggu. Lebih baik lagi, gunakan Obrolan Langsung kami untuk bertanya, meminta doa, atau mengusulkan topik blog yang ingin Anda baca.

Dan jika sebuah tulisan menyentuh hati Anda, jangan menyimpannya sendiri—ajak teman dan bagikan Firman.

Jika Anda mencari blog Kristen dari gereja di Concord NC yang bersungguh-sungguh dalam iman dan kaya isi, SoloFaith.org/Blog akan memberi makan roh Anda dan mempertajam pedang Anda. Mulailah membaca. Mulailah bertumbuh. Mulailah percaya kembali.

bottom of page