Sudahkah Anda Dikasihi Allah? Pendeta Doug tentang Mazmur 103
Ada satu pertanyaan yang terus diulang Pendeta Doug Lattimore pada suatu hari Minggu belum lama ini di Solo Faith Church: pernahkah Anda dikasihi oleh Allah? Bukan hanya oleh orang tua, pasangan, atau sahabat, tetapi oleh Dia yang menciptakan kita. Khotbahnya dari Mazmur 103 membalikkan sebuah gagasan yang sudah akrab. Kita menghabiskan banyak tenaga untuk bertanya apakah kita sudah cukup setia kepada Allah. Khotbah ini mengajukan pertanyaan sebaliknya: seberapa setia Allah kepada kita?
Bukan Kesetiaan Kita kepada Allah, melainkan Kesetiaan-Nya kepada Kita
Menurut Pendeta Doug, kebanyakan dari kita berbicara tentang iman dari sisi apa yang harus kita berikan: kita harus setia kepada Allah, taat kepada Allah, tekun bagi Allah. Mazmur 103 membalik urutannya. Sebelum meminta apa pun dari kita, mazmur ini menghabiskan ayat demi ayat untuk menggambarkan apa yang sudah Allah lakukan: Ia mengampuni segala kesalahan kita, menyembuhkan segala penyakit kita, menebus hidup kita dari lobang kubur, dan memahkotai kita dengan kasih setia dan rahmat. Inilah, kata Pendeta Doug, kesetiaan Allah kepada kita: Ia lambat marah karena Ia setia kepada kita.
Ia menunjukkan sebuah pola yang patut diperhatikan. Seorang pemimpin sejati, katanya, tidak hanya memberi perintah dan membagi tugas; pemimpin sejati memberi teladan lebih dulu. Jika Allah meminta kita setia kepada-Nya, itu karena Ia memilih untuk menunjukkan kesetiaan kepada kita lebih dulu. Bagian kita dalam hubungan ini, yaitu memegang perintah-Nya dan melakukan kehendak-Nya, baru muncul di akhir mazmur, dan itu kecil dibandingkan dengan semua yang sudah Ia berikan.
Apa Kata Mazmur 103 tentang Dikasihi Allah
Janji yang paling sering dikutip dari mazmur ini juga yang paling pribadi. Mazmur 103:12 (TB): “sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.” Pendeta Doug berhenti cukup lama di ayat ini. Allah tidak memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita. Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, katanya, demikianlah TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia, dan kasih setia itu terus menjangkau ke depan, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, bahkan sampai kepada anak cucu kita.
Pada akhirnya, ini adalah pesan bagi siapa saja yang pernah bertanya apakah dirinya sungguh pernah dikasihi. Pendeta Doug mengakui bahwa ada orang yang tumbuh di rumah yang keras dan tiba di akhir hidupnya tanpa yakin apakah pernah ada yang mengasihinya. Mazmur 103 menjawab luka itu secara langsung: bukalah hati Anda bagi Allah, dan Anda tidak akan meninggalkan hidup ini tanpa mengetahui bahwa Anda dikasihi.
Jika Anda sedang memikul beban berat saat ini, Anda dapat mengirim permohonan doa kepada Solo Faith Church.
“Saya akan pergi ke liang kubur dengan mengetahui bahwa saya telah dikasihi, dan itu sudah cukup.” — Pendeta Doug Lattimore
Di Solo Faith Church, sebuah pelayanan yang mengutamakan media digital dan berbasis di 587 Old Charlotte Rd SW di Concord, North Carolina, serta menjangkau dari wilayah Carolina sampai Kenya, pesan seperti inilah yang menjadi pusat persekutuan jemaat: bukan apa yang bisa kita peroleh dengan usaha, melainkan apa yang sudah Allah berikan. Anda dapat menonton khotbah lengkapnya di atas atau mengikuti ibadah kapan saja.
Solo Faith Church membagikan pesan ini karena pertanyaan di pusatnya, “sudahkah Anda dikasihi Allah?”, layak dijawab dengan jujur bagi setiap tetangga. Di sebuah county tempat banyak orang memikul beban dalam diam, pengingat akan kesetiaan Allah yang teguh patut diteruskan.
Anda Diundang Akhir Pekan Ini
Solo Faith Church beribadah di 587 Old Charlotte Rd SW, Concord, NC 28027: Sabat (Sabtu) pukul 13.00 dan Minggu pukul 13.00, dengan pendalaman Alkitab setiap Selasa pukul 19.00. Datanglah apa adanya. Bergabunglah dengan kami Sabtu atau Minggu pukul 13.00.
Catatan Dukungan Komunitas: Tulisan ini adalah bagian dari inisiatif jurnalisme komunitas Solo Faith Church untuk menguatkan warga Concord dan membagikan pekerjaan yang sedang dilakukan di seluruh Cabarrus County. Informasi dalam tulisan ini diambil dari transkrip khotbah Pendeta Doug Lattimore yang dibagikan langsung kepada Solo Faith Church.




Komentar